Timurung adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Ajangale kabupaten Bone yang memilikin sejarah panjang tentang sederet kisahn tokoh dan peristiwa yang terjadi di masa lalu. Namun dalam eksistensiknya terhadap sejarah bone di ,masa lalu hingga saat ini belum ada hasil kajian dan penelitian yang sahih tentang sejarah Timurung.
Menurut cerita lisan,yang bersumber dari penuturan tokoh tokoh masyarakat sekitar,bahwa kerajaan timurung sudah sudah ada sebelum kerajaan Bone memperluas wilayah kerajaannya,baik melalui ekspansi dan atau melalui perkawinanan.
Hal ini berdasarkan naskah lontara akarung tanah wajo,di mana kerajaan timurung bergabung di kerajaan wajo pada masa pemerintahan Arung Matoa wajo ke 4 Latadampare puaqng Ri Manggalatung.
Berdasarkan Lonatara Akkarunggeng Magkau Bone,Setelah Mangkau ke 7 kerajaan Bone la tenri Rawe Bongkangnge ( 1542-1584) menikah dengan Arung Timurung we tenri pakiu,Maka secara otomatis kerajaan timurung bergabung dengan kerajaan Bone.Sejak saat itu pelaksaanaan pemerintahan kerajaan Timjurung la tenri rawe Bongkannge langsung berada di bawah kendalu mangkau Bone.Demikian juga beberapa orang mangkau yang sekaligus merangkap menjadi arung Timurung.
Kerajaan Timurung banyak di sebut dalam naskah lontara setelah di laksanakan perjanjian Tellumpoccoe sekitar tahun 1582 .Kerajaan Timurung Di pilih sebagai tempat perjanjian karena berada di lokasi strategis dari ketiga kerajaaan yakni Bone,Soppeng dan wajo.
Seiring dengan perkembangan kerajaan di Bone,Maka wilayah kerajaan Timurung (pada Masa Lalu meliputi Bone utara saat sekarang ini)Di kendalikan oleh sulewatang (Dulung) Timurung.setelah pemerintahan Hindia Belanda Menguasai kerajaan Bone maka wilayah kerajaanh Timurung menjadi wilayah onder afdeling Bone Utara dari ibu Kota pemerinthan di pindahkan ke Pompanua sekarang ini kelurahan Pompanua.
Setelah berakhirn ya pemerintahan kerajaan Bone pada Tahun 1957 yang di tandai dengan pengakuan wilayah kerajaan Bone menjadi wilayah yang utuh oleh NKRI dengan pembubaran dewan adat maka wilayah desa timurung berubah menjadi distrik Timurung.
Guna efektifitas jalannya pemerintahan Desa,wilayah Desa timurung sudah beberapa kali di mekarkan,di anratanya pembentukan desa alamunggeng paatue ( di mekarkann lagi menjadi desa amessageng) Dan Desa Leppangeng.
Dari cerita lisan masyarakat bahwa nama timurung terdapat dua versi,yang pertama bahwa nama timurung berasal dari kata “Timu” dan “Arung” yang di artikan sebagai tata karma dalam berbicara layaknya seperti bangsawan.Versin yang kedua berasal dari kata timerrung yang di artikan gemuruh ( menggemuruh ).Hal ini di dasarkan pada orang melewati wilayah pemukiman warga yang berada di bantaran Sungai sehingga suara air yang mengl;ir di sungai senang tiasa terdengar bergemuruh.
Desa Timurung saat di pimping oleh kepala Desa perempuan yakni HJ.Suriyati,s.Ag untuk periode 2017-2022 dan kemudian terpilih kembali menjadi kepala desa terpilih periode 2023-2028 .dalam perkembangan sebelumnya Desa Timurung di pimping Oleh kepala DEsa sebagai berikut :
- Petta Tappu ( kepala wilayah /distrik)
- Abdul majid (pejabat kepala Desa)
- Andi amir Petta Sikki
- Andi Sapanuddin
- Sareppe (Pejabat Kepala Desa )
- saleh Hatta Page.